Akhirnya pulang juga ke rumah di Pontianak, setelah 4 bulan lebih gak pulang (terakhir gue pulang waktu sebelum tahun baru). Kali ini gue cuma pulang 4 hari: nyampe Kamis siang dan pulang Minggu siang, yang berarti gue cabut kuliah hari Jum'at.
Gue bukan orang yang gampang homesick, dan keluarga gue juga bukan keluarga yang pengen gue sering-sering pulang, karena gue selalu berpendapat jangan sampe hal-hal semacam "kangen" mengganggu hal-hal yang prinsipil kayak kuliah. Tapi pulang sesekali itu penting, penting banget.
Going home menurut gue bukan cuma saatnya kangen-kangenan atau mengejar bulan-bulan yang hilang. Pulang itu salah satu reminder tentang who I was, who I am, and who I'm supposed to be. Pulang itu ngasih spirit injection dan ngingetin gue kalo even in the hardest times, masih ada orang-orang di sini yang bakal selalu percaya, support, dan berharap ke gue. Waktu gue pulang, gue semacam mendapat gambaran tentang progress report gue, apa aja yang udah gue lewati, how well and how far I have changed and improved.
Selain itu, pulang bikin gue menghargai hal-hal kecil yang sebelumnya sepele. Gue bisa ngerasa bahagia banget hanya dengan sarapan nasi, telor ceplok, dan kerupuk di rumah. Yah, semacam simple happiness gitulah. Cuma di rumah gue bisa leyeh-leyeh all day long di sofa nontonin semua TV shows favorit gue: Castle, HIMYM, Glee, 30 Rock. Dan walaupun bokap sering jemput gue di BSD buat ke bioskop bareng, nonton DVD bareng di depan TV (dengan sound system yang volumenya disetel kenceng banget sampe nyokap ngomel-ngomel) itu quality time yang gak tergantikan.
Cuma di rumah everything's perfect, mulai dari rasa air di dispenser (yeah, IT is a big thing for me), posisi shower di kamar mandi, stok DVD yang banyak banget dan selalu updated. Simple happiness juga waktu tadi siang gue, bokap, dan adek makan es krim di mobil sambil dengerin album Love Songs. Makanan-makanan remeh yang dulu sering banget gue makan pun sekarang jadi spesial, kayak martabak telor tanpa vetsin (my mom is some sort of health-freak). Yang paling precious sih, menurut gue, momen-momen bareng adek-adek gue, karena gue tetep pengen ngeliat mereka growing up.
Gue yakin banyak banget anak-anak yang kuliah jauh dari rumah yang juga ngerasain hal yang sama. Well, this post is just a form of experience sharing. Jadi, buat kalian yang bentar lagi bakal jauh dari rumah, hargai aja hal-hal kecil yang masih bisa dinikmati sekarang, cause they won't last long, dan suatu saat itu semua cuma bakal jadi kenangan-kenangan kecil di pikiran lo :).
