my authentic self, on life and its highlights

Tuesday, February 12, 2013

A Funny Coincidence

Isn't she lovely?

Oh yes, Gossip Girl is actually not the latest thing we can discuss, since the series itself was first released a loooong time ago (I was in junior high I suppose) and the finale just ended about a month ago. It was a little too late when I started to watch the series seriously. January 2012, I remember. But then I'm really into it and its characters even though, well, it is very much full of scandals, schemes, lies, never-ending conflicts. Sometimes I think it is not so different from Indonesia's so-called sinetron. But, somehow, the Upper East Side package makes it more luxurious, doesn't it?

(saatnya switching ke Bahasa Indonesia) Tapi ada satu poin menarik yang pengen gue bahas di sini. And that is... Blair Waldorf. Karakter yang diperankan oleh Leighton Meester ini merupakan salah satu yang paling bikin gue terobsesi. Bahkan ada seorang temen gue, Cella, yang menganggap Blair Waldorf alter ego nya. Kenapa? Karena sifat ambisius over-achieving nya yang sering menghalalkan segala cara.

Sejak beberapa bulan terakhir gue suka banget melakukan analisis Zodiak. Dulunya Zodiak bagi gue hanyalah buah dari peradaban dahulu kala saat orang-orang seneng ngeliat langit. Ternyata, ada lebih dari itu. Gue sekarang sering banget mengidentifikasi Zodiak gue sendiri dan temen-temen gue dan dicocokin sama traits yang katanya dipengaruhi Zodiak. And most of them are true. Sejak saat itu gue mulai percaya dengan apa yang udah diteliti sama para nenek moyang kita. Gue di sini bicara tentang personalities and traits ya, not including the fortune-telling, karena sirik kalo percaya ramalan hehehe.

Nah, di suatu malam gue tiba-tiba mikir, zodiak Blair Waldorf apa ya? Dan gue sampai pada kesimpulan begitu cepat: Scorpio. Gue sendiri juga Scorpio dan gue kenal baik dengan diri gue. Gue mungkin gak se-manipulatif dan Blair since gue masih punya iman tapi kalau lo hubungin, traits nya Blair dan Scorpio secara umum (dan gue) itu sama banget.

1. Mottonya Scorpio adalah "Don't get mad, get even". Dan kita sama-sama bisa lihat betapa jelasnya hal itu di Blair. Saat dia merasa seseorang, bahkan sahabatnya sendiri, cross her, dia prefer untuk langsung melakukan skema balas dendam. Bandingin sama Serena yang ngajak ngomong atau ngelabrak. This trait is so Blair.

2. Blair had a hard time opening up to people, yet is so loyal to her best friends. Blair Waldorf adalah cermin "keangkuhan" yang sebenar-benarnya. Kenapa dia angkuh? Pertama, pastinya karena dia Upper Eastsiders yang cenderung underestimate masyarakat kelas bawah. Kedua, karena memang Scorpio gak bisa membuka diri ke orang. Menjadi angkuh adalah mekanisme defensifnya Blair untuk survive di lingkungan. Katanya, kalo seorang Scorpio membuka diri ke seseorang, orang itu beruntung banget, karena Scorpio is one of the most loyal zodiac when it comes to friendship. Lihat gimana Blair selalu cover for Serena, bahkan saat harus risking her own reputation. Lihat gimana setianya dia sama Chuck Bass, even though he is the jerkiest of all the jerk that once sold her for a hotel. Dan ingat juga bagaimana ketika Blair akhirnya membuka diri ke Dan, she became such a lovely person.

3. Blair is ambitious, in a way that a Scorpio is ambitious. Definisi ambisiusnya Scorpio itu adalah "I will eventually get what I want". Blair is exceptionally smart: her ambition of going to Ivy League, being in the most elite club in New York. Itu juga yang membuat dia menghalalkan segala cara, because she knew she will eventually get what she wants, walaupun kadang-kadang it turns out to destroy her life.

Tapi, kemudian balik lagi ke trait yang kedua, Blair sangat loyal kepada orang-orang tertentu. let go the chance to be the face of Girls Inc. foundation only to be together with Chuck. It is a very huge sacrifice for someone who is so ambitious. That is one thing only Scorpio can do.

4. Last but not least, Blair is attracted to a man with power. Remember when she was going to marry Prince Louis. Furthermore, how she falls in love with Chuck lebih daripada common ground seperti dua orang yang sama-sama manipulatif, tapi generally Scorpio woman loves a man with power and status. Chuck Bass gives it all, and not to mention how he satisfies Blair's passionate love.

Setelah gue menganalisis secara dalam, kemudian untuk memastikan, gue lakukan Google search untuk kata kunci "blair waldorf birthday" dan ternyataaaaaa Blair's birthday is some time between 11 to 17 November, which means she's a Scorpio!

I don't know if Cecily von Ziegesar really did a research back then, but I''m glad that my analysis is true and I'm proud that I and Blair Waldorf both are Scorpio women :).

Saturday, February 2, 2013

Tiba-tiba udah Februari aje.

Oke, telat banget sebenernya untuk ngelanjutin nulis 2012 Highlights yang telah gue telantarkan sebulan ini. Tapi teteuup better late than never, huh?

Di highlight utama bagian ke-2 ini gue mau share tentang satu hal yang somewhat cliche tapi penting. Yaitu. Bahwa....

Dreams do come true.

They do.

I'm serious.

Orang yang kenal gue tahu kalo gue suka nulis dan suka nonton film. And combining those two things are like heaven for me. I always want to be a writer. I don't want to be a filmmaker, though. Gue cuma suka mengerti dan somehow gue punya suatu mimpi radikal untuk kuliah kajian film suatu saat nanti. Dan ternyata...

Turns out in 2012 I got my first job as junior writer in Milestone Digital Magazine. Oke gue gak akan exaggerating di sini. Mungkin berlebihan kalo gue bilang ini "job". Jadi ceritanya Milestone ini salah satu bisnisnya senior gue di Prasmul. Dan waktu itu mereka semacam sedang hiring writer dan desainer. Dan mendaftarlah gue.

Singkat cerita, wawancara Milestone adalah wawancara paling santai yang pernah gue jalani. Gue ditanya pertanyaan-pertanyaan yang simply gue udah tahu jawabannya, kayak "sejak kapan suka nulis? sukanya nulis apa?". Gue bilang interest gue ada di film dan marketing (since Milestone is a business and lifestyle magazine for youth), tapi gue lebih prefer nulis film, karena segila belajar apapun gue, lebih fun untuk nulis tentang film daripada nulis tentang marketing, hehehe. Dan pertanyaan yang paling bikin gue impressed adalah waktu gue ditanya "Sebutin 3 film favorit lo." I was like, "Waw. This is it." Mau tau jawaban gue?

Kick-Ass
Midnight in Paris
The Adjustment Bureau

Ya, mungkin jawaban yang gue sebutkan itu cukup menunjukkan betapa variatifnya (atau mungkin betapa labilnya) preferensi film gue dari badass superhero movie, Allen's drama, sampe thriller berisi Jason Bourne hahaha. At the end I was accepted as Junior Writer and I only needed to submit 1-2 business-related feature article for every edition, tapi gue harus rutin ngisi rubrik Snippet: At The Movies-nya. Yay!!

Mungkin terlalu awal bagi gue untuk menyimpulkan "dreams do come true". Karena mimpi yang sebenarnya masih jauh di sana, tapi dengan resminya gue menjadi seorang "movie writer" memberikan gue semacam keyakinan kalo 'Ini lho. You're on the right track.' atau 'Ini lho. Bukan sia-sia selama ini lo kegirangan baca majalah film sendiri'. At least I can gain money from something that I love. Tapi balik lagi ini bukan tentang uangnya, karena secara gue "junior writer" dan ini baru startup, bayarannya gak seberapa. It is about passion (which is why I put the word "passion" for the highlight's title) and this kind of happiness is something money can't buy.

Gue bukan nulis kayak gini untuk sok advising everybody kalo you should pursue your dream or whatsoever. But I'm doing what I think is right, and you should too. And even if at the end I do not end up as a movie writer, I will somehow know I was there. :)

written on a Saturday night. oyeah, I'm a pathetic single :))

A Synthesist by Nature

My photo
22 tahun. Writer and Content Strategist. I cry watching either romcom or gore.