my authentic self, on life and its highlights

Friday, June 22, 2012

Hectic Week

Akhirnya gue bisa punya waktu untuk nulis lagi setelah minggu hectic ini berakhir.

Minggu ini bener-bener hectic. Dan itu bukan hiperbola, lo bisa tanya sama semua anak @prasmul. Yang namanya minggu terakhir kuliah sebelum ujian itu penuh banget sama deadline final project dan presentasi.

Otomatis, kalo lagi masa-masa kayak gini, yang bisa dikorbanin cuma waktu tidur. Akumulasi waktu tidur gue minggu ini mungkin sama dengan waktu tidur gue selama 3 hari di minggu-minggu biasa. Sehari cuma tiga jam, ditambah sama quality sleep 15 menit di perpus, di kelas, di KFC. Badan jadi kayak fleksibel banget bisa tidur di mana aja dalam waktu singkat dan langsung seger pas bangun.

Gue mau cerita aja tentang ke-hectic-an minggu ini. Pertama, gue punya deadline 3 final project: Microeconomics, Statistics, dan Consumer Insight. Gue cukup optimis dengan project Statistics kelompok gue, karena memang tugasnya gak terlalu susah, lo cuma disuruh sebarin kuesioner, kumpulin data dan bikin hipotesis.

Nah, kalau Microeconomics, ini gue gak ngerti lagi. Final projectnya tentang analisis pasar atau market survey kalau kata dosen gue. Tugas ini baru pertama kalinya ada di Prasmul, yaitu di angkatan gue. Masalahnya adalah gue dan kelompok gue ga ngerti sebenernya apa yang diminta di tugas ini, karena petunjuk tertulis dari koordinator mata kuliah dan petunjuk dari dosen gue selalu kontradiktif. Effort kelompok lumayan sih buat ngerjain tugas ini, dari mulai ke PT. Dagsap di Wijaya (kebetulan kelompok gue memutuskan untuk menganalisis pasar sosis sapi), lalu ke Lotte Mart Alam Sutera dan Hypermart Metropolis buat cari data distributor. Tapi pada akhirnya, gue ga yakin apa hitungan2 dan analisis kelompok gue di paper itu udah bener.

Yang terakhir adalah Consumer Insight. Ini nih yang cukup emosional. Jadi mata kuliah ini udah ngasi gue tekanan banget dari awal semester, secara ini adalah mata kuliah utamanya anak Marketing, jadi gengsi-gengsian bangetlah antar kelompok di mata kuliah ini. Inti dari Consight adalah penelitian kualitatif, mencari "makna" kalo kata dosen gue Pak Yudho (@ohduy). Dengan framework berpikir gue yang kadang terlalu terstruktur, gue sering kurang bisa menangkap abstraksi-abstraksi dari pelajaran ini #eaaa.

But it ended well. Di final project semester ini, S1 Marketing kerjasama dengan Bakrie Telecom untuk cari insight dari UKM dan bikin potential product ideas buat Esia. Jadi dalam seminggu lo harus lakuin tuh yang namanya 5 metode: Semiotics, In-Depth Interview, Participant Observation, Focus Group Discussion, dan Narrativity.

Semua kelompok di semua kelas presentasi di depan Faculty Member tentang hasil research dan product idea-nya. Lalu, janjinya FM adalah untuk memilih 3 kelompok terbaik dari tiap kelas, buat presentasi lagi di depan orang Bakrie Telecom. Ternyata, pas kemaren siang pengumuman, kelompok gue lolos Alhamdulillah, dan kerennya, ada 10 kelompok yang lolos, which is 4 kelompok dari kelas gue!

Marketing B emang paling keren hahaha. Dari semester pertama waktu final project marketing yang kerjasama dengan League, 3 kelompok dari 6 kelompok terbaik adalah dari kelas gue. Walaupun kelas gue ini kata dosen-dosen lain nilainya jelek kalo di matkul kayak Micro, Business Mathematics, dan paling berisik, bandel, Marketing B semangat banget kalo di matkul-matkul yang emang relevan sama Marketing.

Singkat cerita, presentasi di depan Bakrie Telecom baru selesai jam 8-an malem dengan kelompok gue di urutan terakhir presentasi. Gue cukup pede dengan product idea gue, yaitu e-bank, kartu prabayar khusus UKM yang terintegrasi dengan aplikasi e-banking, sampai salah satu juri dari Bakrie Telecom bilang kalau ternyata ada regulasi pemerintah yang mengatur bahwa perusahaan telekomunikasi gak punya hak untuk bikin layanan perbankan. Eng ing eng! Bikin marketing plan atau business plan tanpa ngelakuin analisis regulasi dulu itu emang tindakan yang careless. Ekspresi muka gue langsung berubah di saat itu juga dan gue tahu gue gak mungkin menang.


Tapi gue tetap senang. Kenapa? Karena juara 1 datang dari Marketing B! Yup, itu kelompoknya Nazier dkk.(read his blog here or @nazierariffin). Kelompok Nazier emang pantes menang dengan produk Esia Hybrid-nya, karena dia sampe bikin commercial TV ad yang keren banget!

Selesai pengumuman, anak kelas gue foto-foto bareng dan kita ke Red Bean Flavor Bliss buat makan malam. Gue agak sedih juga minggu ini karena tahu bentar lagi bakal pisah sama anak kelas. Kelas gue ini udah enak banget, gak ada geng-gengan, semua kompak dan deket.

Kelompok 1 *hugs*


Sekarang gue sedang menikmati minggu tenang sebelum UAS. Besok gue masih harus ke Pacific Place untuk Social Event, yaitu memfasilitasi 33 orang anak Panti Asuhan ke Kidzania. It's gonna be fun!


Monday, June 11, 2012

Is It Worth Pursuing?


"Is it worth pursuing?" is probably the question we keep asking everyday to ourselves. It is the most basic question of everyday decision-making. "Is it worth pursuing?" represents much simpler yet confusing question like "Do I REALLY want it?".

I'm talking about how actually we could never know whether something's exactly worth the efforts. Because you can never predict the future. Having faced by two options, all you can do is just creating a hypothesis about which is more beneficial and then choose it, although you never really know which will give a better outcome.

But finally, whatever calculations people make, they would end up choosing what they want or what they think they want. How ironic.

One changing perspective is all it needs to turn everything.

Wednesday, June 6, 2012

Group Dynamics

The Non-Judging Breakfast Club: Best Group Dynamics Ever

My classmates may guess--from the title of the post--that this is a post about one of my Consumer Insight  course material: Group Dynamics. Yes, we did learn about it, especially about Focus Group Discussion as one of qualitative research method. But I'm not going to write about it.

I'm about to write about how group dynamics always happen in our daily life, daily conversation, without us realizing it. Dynamics itself, based on the handout my lecturer given, is "forces and tension that exists between participants in the groups..."

I was thinking and observing how the presence or absence of an individual could really change the whole dynamics. Example: conversation between two people and three people could significantly make a difference. Two people may share some secrets that the third party has no idea about. Three people can talk about things they can't even mention in front of the others.

Behaviors also change as the formation changes. I, for sure, can really be myself: outspoken, quite wild; when I'm around certain individuals (read: closest friends). Common people will portray me as a more introvert and passive individual when they (those certain individuals) are not around.

I guess one big thing that we could learn from those facts are that we have to be able to "read" the situation, whether some matters are better conducted or done by two, three people, or in a more massive group. When we recognize our dynamics with every person well, we could choose them right: who we want to work with, to play with, to study with, even to dine with.

Recognizing dynamics isn't an easy process. But the more you be honest to yourself, the more you'll find who you want to be with.

A Synthesist by Nature

My photo
22 tahun. Writer and Content Strategist. I cry watching either romcom or gore.