Setelah blog ini dibiarkan dorman selama beberapa minggu, akhirnya saya kangen menulis secara online (FYI, I prefer handwriting these past few weeks). Dan berhubung sudah lama kita tidak ngomongin film, marilah kita bahas sejenak film yang sedang tayang saat ini: The Wolverine. Bukan, bukan The Conjuring, karena saya sendiri masih mengumpulkan niat untuk menonton karya James Wan yang lain.
First of all, there is no hot Asian actors. Pada awalnya saya tidak terlalu tertarik menonton The Wolverine, mengingat histori buruk dari X-Men Origins: Wolverine. Tetapi, untuk pemanasan menuju Days of Future Past, apa salahnya saya pikir. Saat menulis preview film ini untuk majalah Milestone, saya mendapati bahwa The Wolverine akan di-set di modern day Japan dan akan ada Yakuza sebagai villain. Otak saya yang masih dipenuhi oleh bayangan Byung-hun Lee yang hot di G.I. Joe: Retaliation mendambakan lebih banyak aktor Asia yang seksi (oke, ini bulan puasa, maaf). I need you to lower your expectation because well, there is no hot, shirtless Asian actor here.
Namun kekecewaan saya terbayar karena The Wolverine adalah improvement yang sangat jauh lebih baik dari X-Men Origins. Berikut adalah beberapa hal yang menurut saya memukau dan memperkuat installment ini:
1. The Japan Factor
Mari bersama-sama akui satu fakta: Hollywood sedang tergila-gila dengan setting Asia. Korea, Hongkong, Jepang, you name it. Apa yang saya suka dari The Wolverine adalah percampuran sejarah, budaya, dan atribut-atribut Jepang sangat pas di film ini. Jepang tidak hanya dijadikan setting lokasi, tetapi merupakan penggerak cerita. The Wolverine dibuka dengan latar sejarah Perang Dunia II: the bombing of Nagasaki. Di scene pembuka Anda sudah akan disuguhkan dengan harakiri, ritual bunuh diri yang terkenal itu. Sepanjang cerita, we will not only see kimono, chopstick, and Samurai, but also ninja warrior and another Japanese traditional weapons we often see in comic books and video games. Here's a hint for my favorite part: it includes Japan's famous bullet train.
![]() |
| Yukio reminds me of Suikoden 2 girls |
2. The One Big Scene: BULLET TRAIN FIGHT!
Kecepatan 300 mph tidak akan menghentikan my dear Logan. This is the one huge fighting scene you can not miss. Saya bisa bilang bahwa kurva excitement The Wolverine mencapai puncak di sini. Imagine Logan fighting a bad Yakuza guy on top of the train, holding on only with his claws. The Lone Ranger train chase scene might be fun (even though the movie is lousy), but this one is T-H-R-I-L-L-I-N-G. Can't say more, just watch the movie.
![]() |
| Gosh. |
3. Mutant is Human
A strong addition to The Wolverine is Logan's emotional side. Logan sedang berada di titik paling vulnerable setelah kematian love of his life, Jean Grey, yang terpaksa ia bunuh di X-Men: The Last Stand. Di film ini, Logan masih dihantui oleh rasa bersalah dan berusaha lepas dari bayang-bayang Jean. I love how McQuarrie, Frank, and Bomback formulate the screenplay, terutama di bagian saat Logan berdialog dengan Jean di mimpinya. The Wolverine berhasil menyuguhkan apa yang dijanjikan oleh tagline-nya: When he's most vulnerable, he's most dangerous.
![]() |
| Ding-Dong! |
Despite its good story line, ada satu hal yang mengganggu di The Wolverine, yaitu kemunculan giant silver robot di bagian akhir film. Saya langsung bertanya dalam hati "What the hell is this? Pacific Rim?". Kemunculan robot ini terkesan dipaksakan dan mengganggu alur cerita karena benar-benar tidak diharapkan sejak awal. Namun, kita harus tetap mengapresiasi sutradara James Mangold (Walk the Line, 3:10 to Yuma) dan para penulis screenplay yang telah berhasil mengadaptasi komik Wolverine limited series dengan sangat indah. Thanks for bringing our favorite mutant to Japan. Logan akhirnya moved on, he finally let go of Jean. Dan saya tidak perlu kecewa karena ketiadaan aktor Asia yang seksi, since Hugh Jackman's hotness itself is enough to keep me awake throughout the movie (though he never changed his undershirt).
P. S. Like any other Marvel movie, wait until the middle of the credit. You will get a glimpse of Days of Future Past. Trust me, it's worth it.
P. S. S. Baru saja menemukan kalau cakar Wolverine mirip dengan senjata tradisional jepang, Tekko.
P. S. S. S.
![]() |
| Seriously, PSY. Haven't we had enough? |







0 comments:
Post a Comment